Berita Viral Bulan Ini: Gilang Bungkus Dan Fetish nya

Beberapa minggu belakangan ini, “Gilang bungkus” menjadi trending di berbagai media sosial terkait kasus pelecehan seksual. Salah satu utas atau thread yang menjadi berita viral adalah yang dibuat oleh akun @m_fikris di Twitter. Dalam utas tersebut, pemilik akun bercerita bagaimana awalnya ia berkenalan dengan Gilang hingga akhirnya Gilang meminta ia untuk membungkus dirinya sendiri menggunakan kain jarik, lalu difoto ataupun di video kemudian dikirimkan kepada Gilang. Tidak hanya itu saja, Gilang juga meminta pemilik akun untuk membungkus orang lain dengan menggunakan kain jarik dengan cara-cara yang diperintahkan. Gilang meminta pemilik akun dengan dalih untuk penelitian tugas akhir di kampus.

                Semakin lama berkomunikasi dengan Gilang dan melakukan proses bungkus-membungkus seperti yang diminta Gilang, pemilik akun menyadari bahwa ia mengalami pelecehan seksual. Setelah utas tersebut viral, semakin banyak orang yang juga mengungkapkan bahwa mereka juga menjadi korban pelecehan seksual oleh Gilang. Bahkan sebagian besar korban yang diminta untuk membungkus dirinya sendiri atau orang lain, alat kelaminnya dipegang oleh Gilang untuk melihat reaksinya. Dari utas tersebut, warganet pun menyimpulkan bahwa Gilang memiliki fetish tertentu yang membuatnya senang ketika melihat orang lain dibungkus dengan kain jarik.

Kronologi Berita Viral Kasus Gilang Bungkus

Berita Viral Bulan Ini: Gilang Bungkus Dan Fetish nya

                Polda Jawa Timur menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Gilang yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, yaitu Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 15 terduga korban yang telah mengadu ke posko yang dibentuk oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya. Sayangnya aduan tersebut masih belum dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian karena data-data korban yang belum lengkap. Pihak kepolisian menghimbau agar korban pelecehan seksual oleh Gilang segera melapor ke Polda Jawa Timur melalui hotline 082143578532. Proses penyelidikan masih dilakukan di tahap awal sebelum nantinya diangkat maju ke proses penyidikan.

                Seperti yang sudah disinggung di atas, korban menyadari bahwa telah mengalami pelecehan seksual mengatakan bahwa ia dijebak oleh Gilang dengan dalih untuk mengerjakan riset akademisnya. Korban sengaja mengungkapkan kasus tersebut ke publik dengan harapan tidak ada korban lainnya. Namun ternyata ketika berita viral diketahui bahwa terdapat korban-korban lainnya dari Gilang.

                Wakil Dekan I FIB Universitas Airlangga, Puji Karyanto mengatakan dalam rapat virtual antara pihak universitas dan pihak keluarga Gilang, Gilang tidak bisa hadir sehingga ia diwakili oleh keluarganya yaitu Ibu dan kakaknya. Pihak keluarga mengatakan bahwa mereka menyesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh Gilang. Puji Karyanto juga menyebutkan, dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang tidak bisa diungkap ke publik. Akan tetapi Komisi Etik telah membahas dan merumuskan sejumlah rekomendasi untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Rekomendasi dari Komisi Etik nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan Universitas dalam menjatuhkan sanksi kepada Gilang karena sanksi apa yang dijatuhkan sepenuhnya akan menjadi wewenang universitas.

                Pihak FIB Universitas Airlangga berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan domain akademik. Dan jika Gilang terbukti melanggar pidana, maka pihak universitas akan menyerahkan proses hukum kasus berita viral Gilang bungkus kepada pihak kepolisian Jawa Timur. Terlepas dari atas nama lembaga, Puji Karyanto menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat, ia menyesalkan terjadinya peristiwa ini yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Apa Yang Dimaksud Fetish?

berita viral

                Menurut sumber dari Web MD, seseorang yang memiliki fetish akan merasakan dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati. Orang tersebut akan terangsang secara seksual ketika memakai ataupun menyentuh objek tersebut. Objek-objek yang dapat menjadi fetish beraneka macam, misalnya seperti pakaian, sepatu wanita, pakaian dalam dan lain sebagainya. Orang yang memiliki fetish biasanya akan menggosok, memegang, mengecap ataupun mencium objek fetish mereka agar mendapatkan kepuasan seksual. Fetish dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu bentuk fetish dan media fetish. Untuk bentuk fetish, bentuk benda menjadi sangat penting sedangkan untuk media fetish, bahan objek fetish sangat penting.

                Fetish sendiri dapat menggantikan aktivitas seksual ataupun dapat digunakan ketika berhubungan seksual dengan pasangan. Gangguan seksual yang terkait dengan fetish adalah parsialisme yaitu ketika fetish melibatkan dorongan seksual oleh bagian tubuh tertentu seperti pantat, payudara ataupun kaki. Salah satu fetish disorder adalah adanya ketergantungan terus-menerus pada objek yang tak hidup atau fokus spesifik terhadap bagian tubuh tertentu untuk mendapatkan gairah seksual.

                Sebenarnya banyak orang yang memiliki fetish, namun hanya sebagian saja yang melaporkan mengalami gangguan klinik terkait fetish. Fetish disorder hanya terjadi ketika ada tekanan atau stres yang menyertainya, atau dalam pekerjaan, sosial atau bidang lainnya. Gangguan fetish sendiri lebih banyak dialami oleh pria daripada wanita, namun pada kenyataannya gangguan fetish hampir seluruhnya secara khusus muncul pada pria.

Dampak Penutupan Lokalisasi Seks Komersial, Roda Ekonomi Terhenti Dan Munculnya Kasus Prostitusi Online

Sejak beberapa tahun yang lalu pemerintah bertekad untuk menutup seluruh lokalisasi seks yang ada di Indonesia secara bertahap. Akan tetapi bila tidak dikaji secara matang, terutama tidak disiapkan jaring ekonominya maka penutupan lokalisasi seks komersial tidak akan mencapai tujuannya malah menimbulkan masalah yang baru. Salah satu provinsi yang melakukan penutupan lokalisasi seks adalah Jawa Timur. Ada banyak lokalisasi yang sudah ditutup, salah satunya yang terletak di Balong Cangkring, Mojokerto.

                Menurut data dari Kementerian Sosial, provinsi Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah lokalisasi seks paling banyak di Indonesia dengan total PSK mencapai 7.793 orang. Dengan penutupan lokalisasi yang ada di Balong Cangkring, sudah genap 40 penutupan lokalisasi di Jawa Timur. Di Indonesia sendiri setidaknya ada 168 titik lokalisasi yang mana 70 diantaranya sudah ditutup oleh pemerintah, sehingga masih ada sisa 98 lokalisasi lagi yang harus ditutup. Kasus penutupan lokalisasi seks yang sempat heboh dan paling kontroversial adalah yang terjadi pada tahun 2014 ketika Walikota Surabaya saat itu Tri Rismaharini ingin menutup Dolly sebagai salah satu kawasan lampu merah terbesar di Asia Tenggara.

                Walaupun sudah banyak dilakukan penutupan lokalisasi, terbukti masyarakat Indonesia cukup kreatif dalam memanfaatkan teknologi. Hingga tahun 2020, sudah muncul beberapa kasus prostitusi online yang melibatkan artis-artis tanah air. Sehingga rasanya penutupan lokalisasi hanya membuka peluang prostitusi lainnya menggunakan media baru.

Akibat Pengkajian Yang Kurang Matang

Dampak Penutupan Lokalisasi Seks Komersial, Roda Ekonomi Terhenti Dan Munculnya Kasus Prostitusi Online

                Apabila dilihat dari sisi ekonomi, daerah lokalisasi merupakan unit usaha yang dapat memutar roda usaha lain disekitarnya. Misalnya saja di kawasan lampu merah Dolly, yang terimbas bukan hanya PSK saja, namun juga unit bisnis lainnya seperti warung makan dan toko kelontong. Dikutip dari Kompas, AFP memperkirakan setidaknya dana yang berputar di kawasan Dolly mencapai Rp 300 – 500 juta per harinya.

                Tentunya pemerintah telah berusaha mencarikan solusi ketika menutup lokalisasi seks, salah satunya adalah dengan mendirikan beberapa usaha seperti mendirikan pabrik sepatu. Namun dari ribuan PSK, hanya sebagian kecil yang terserap lapangan kerja tersebut. Tidak sedikit mantan PSK Dolly tetap beroperasi dengan modus yang berbeda. Karena itulah akhirnya mulai bermunculan kasus prostitusi online.

                Penutupan lokalisasi seks tidak hanya dari rencana atau program yang sudah dibuat sebelumnya, akan tetapi beberapa penutupan dilakukan secara insidental maupun dengan alasan emosional. Contohnya saja ketika Walikota Surabaya, Risma bertekad menutup Dolly ketika ia mengetahui ada seorang PSK berumur 60 tahun yang melayani siswa yang masih duduk dibangku SD. Begitu juga dengan yang terjadi di Jakarta, ketika Gubernur Ahok menutup lokalisasi di Kalijodo akibat adanya kecelakaan maut karena pengemudi berkendara sambil mabuk setelah melewatkan malamnya di Kalijodo.

                Di sisi lain, berdasarkan data dari humantrafficking.org setidaknya terdapat 40 – 70 ribu anak-anak yang dieksploitasi sebagai PSK di dalam negeri. Akan tetapi permasalahan ini masih sulit untuk diatasi hanya dengan menutup daerah lokalisasi yang ada. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang memudahkan munculnya prostitusi online.

Kasus Prostitusi Online Meningkat

kasus prostitusi online

                Lokalisasi merupakan tempat yang memungkinkan terjadinya permintaan layanan seksual dengan pekerja seks. Lokalisasi memastikan “lapangan pekerjaan” penjualan seks tersedia dan adanya pihak yang melihat hal tersebut sebagai peluang. Hanya saja penutupan lokalisasi tidak serta merta akan menyumbat atau mengurangi permintaan di masyarakat. Menjual layanan seks menjadi sesuatu yang alamiah, apalagi ketika seseorang tidak memiliki hal lain untuk ditukar. Dalam novel karya Rudyard Kipling disebutkan bahwa PSK merupakan salah satu pekerjaan tertua di dunia.

                Pernyataan di atas pun sesuai dengan yang dikatakan oleh Bupati Banyumas pada waktu itu, Achmad Husein. Ia menyadari bahwa akan sulit memberantas pelacuran dan juga menutup lokalisasi. Karena pelacuran tidak akan pernah berakhir selama ada laki-laki, selama ada permintaan dan penawaran. Karenanya jangan heran apabila beberapa tahun belakangan ini mulai bermunculan kasus prostitusi online yang dilakukan oleh artis ataupun non artis. Dengan adanya permintaan dan penawaran, walaupun tidak ada lokalisasi seks komersial namun mereka akan mencari cara lainnya, salah satunya dengan melakukan prostitusi online.

                Dengan prostitusi online, orang-orang dapat menjual dan mencari layanan seks hanya dalam beberapa klik, bahkan beberapa diantaranya tidak hanya menggunakan website saja namun sudah merambah ke media sosial. Salah satu kasus yang disayangkan beberapa tahun silam adalah ketika seorang PSK yang menjajakan layanan melalui media sosial Twitter dibunuh oleh pelanggannya. Dalam ruang privat, PSK tersebut tidak dilindungi oleh siapapun, tidak ada yang mengatur kerjanya, tidak ada yang memberikan penyuluhan mengenai PMS (Penyakit Menular Seksual) dan HIV yang mana semuanya bisa didapatkan apabila pelayanan seks dilakukan di lokalisasi. Resiko yang dihadapi PSK semakin meningkat ketika praktik prostitusi tidak terpantau.

“Sinetron” Kasus Korupsi Indonesia Djoko Tjandra

Ada banyak sekali kasus korupsi Indonesia, namun salah satu kasus korupsi dengan drama yang Panjang adalah kasus buronan Djoko Tjandra. Beberapa waktu yang lalu sempat terdengar kabar bahwa Djoko Tjandra kembali ke Indonesia, kemudian ia membuat KTP baru dan berhasil pergi ke luar negeri lagi, tepatnya ke Malaysia. Semua itu berhasil dilakukan oleh Djoko Tjandra dengan bantuan Brigjen Prasetijo Utomo eks pejabat dalam Bareskrim Polri yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman maksimal selama enam tahun penjara.

                Tidak hanya menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka, saat ini Polri tengah menyelidiki aliran suap yang diperkirakan diberikan kepada sejumlah orang untuk pembuatan surat palsu dalam memudahkan perjalanan Djoko Tjandra dari maupun ke luar negeri. Brigjen Prasetijo Utomo diduga terlibat membantu dalam pembuatan surat jalan dan berada dalam pesawat yang sama dengan Djoko Tjandra saat ke Pontianak 16 Juni 2020 lalu. Polri juga menyebutkan bahwa tiga jenderal yang diduga berkaitan dengan Djoko Tjandra dicopot jabatannya,

Seri “Sinetron” Kasus Korupsi Indonesia Djoko Berlanjut

“Sinetron” Kasus Korupsi Indonesia Djoko Tjandra

                Menurut ICW (Indonesian Corruption Watch), kasus Djoko Tjandra menimbulkan banyak pertanyaan publik, apakah selama ini buronan korupsi lainnya juga mendapatkan perlakuan yang sama? Melalui Adnan Topan Husodo, ICW menyebutkan bahwa kasus ini bisa menjadi presiden yang mana setidaknya ada 40 buronan kasus korupsi lainnya yang kabur dari penegakan hukum seperti Honggo Wendratmo, Eddy Tansil dan Sjamsul Nursalim.

Kasus korupsi Indonesia Djoko Tjandra tidak hanya mencoreng nama kepolisian saja, namun juga mencoreng wibawa negara serta Presiden. Apabila aparat penegak hukum dapat diperalat mafia untuk menghilangkan jejak kejahatan ataupun mempermudah buronan untuk kabur dari jerat hukum, maka hal ini akan menjadi masalah dan dapat menyebabkan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun aparat penegak hukum. Penangkapan burnonan kasus korupsi dinilai sebagai komitmen negara terhadap salah satu prinsip negara hukum. Adnan pun mengatakan bahwa dengan adanya Kerjasama antar negara sebenarnya dapat mempermudah pencarian para buronan yang kabur ke luar negeri.

                Dalam sidang PK yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 20 Juli 2020, Djoko Tjandra sebagai buron kasus hak tagih Bank Bali dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia tidak menghadiri sidang. Pengacara Djoko Tjandra pun mengatakan bahwa kliennya sedang sakit dan meminta untuk diadakan sidang secara online.

Pejabat Bareskrim Polri Jadi Tersangka, Aliran Suap Diselidiki

kasus korupsi indonesia

                Bagaimana bisa buronan kasus korupsi Indonesia bebas berkeliaran? Pertama Djoko Tjandra membuat e-KTP baru di Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta pada bulan Juni lalu. Salah satu yang terlibat dalam pelarian Djoko Tjandra adalah Brigjen Prasetijo Utomo yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pembuatan surat jalan Djoko Tjandra.

                Setidaknya ada tiga konstruksi hukum yang diberikan pada Brigjen Prasetijo. Yang pertama adalah pembuatan surat jalan palsu dan menggunakan surat palsu. Yang kedua adalah memberikan pertolongan atau membiarkan Djoko Tjandra. Dan yang ketiga adalah dugaan menghalangi upaya penyelidikan aparat penegak hukum dengan merusak barang bukti.

                Upaya perusakan barang bukti diperkuat dengan keterangan dari beberapa saksi yang bersesuaian, yang mana tersangka Brigjen Prasetijo yang pada saat itu menjabat sebagai Polisi meminta Kompol Joni Andrianto untuk membakar surat-surat yang telah digunakan dalam perjalanan DST dan AK. Pelanggaran tersebut termasuk dalam pelanggaran Pasal 221 ayat 1 kedua KUHP. Surat-surat palsu yang digunakan tersangka adalah surat pemeriksaan Covid-19 dan juga surat rekomendasi Kesehatan yang dibuat dalam lingkungan Pusdokkes Polri. Selain itu, dalam surat jalan dengan Kop Polri untuk Djoko Tjandra, tersangka menulis bahwa Djoko Tjandra sebagai seorang konsultan Badan Reserse Kriminal Polri.

                Setidaknya dalam kasus ini polisi telah memeriksa 20 saksi dan tidak menutup kemungkinan untuk munculnya tersangka-tersangka baru yang berkaitan dengan pelarian Djoko Tjandra. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pihak kepolisian akan bekerjasama dengan KPK.

                Petinggi kepolisian lainnya yang juga dicopot jabatannya selain Brigjen Prasetijo Utomo adalah Brigjen Nugroho Slamet selaku Sekretaris National Central Bureau Interpol Indonesia dan juga Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri. Sebelum Brigjen Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka, ia telah diperiksa di ranah etik dan disiplin. Akan tetapi proses sempat terhenti karena dokter dari kepolisian menyatakan bahwa Prasetijo sakit dan harus dirawat di rumah sakit. 

                Akibat kasus pelarian ini, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yaitu Mahfud MD membentuk tim pemburu buronan untuk kasus korupsi, selain itu anggota DPR Mardani Ali Sera dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meminta Polri untuk membeberkan seluruh peran jendral yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelarian Djoko Tjandra.

Berita Politik Pemerintahan Terbaru: Dinasti Politik Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming

Gibran Rakabuming sekali anak dari Presiden Joko Widodo sekaligus Calon Walikota Solo menepis tudingan yang mengatakan bila dirinya menjadikan restu dari PDIP karena dinasti politik. Ia sendiri menegaskan bahwa dalam mengikuti Pilkada 2020 terdapat kandidat yang menang dan kalah, ia pun menyatakan warga Solo tidak mewajibkan warganya untuk memilih ia pada Pemilihan Wali Kota mendatang. Berita politik pemerintahan ini sempat booming di tengah-tengah berita pandemik Covid-19.

                Warga Solo menerima Gibran Rakabuming dengan tangan terbuka, tidak ada unsur dinasti politik dalam pencalonan dirinya sebagai Walikota Solo. Dirinya pun menjelaskan alasan mengapa memilih jalur politik dan meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang pengusaha. Gibran mengatakan bahwa jika menjadi seorang pengusaha, ia hanya dapat menyentuh karyawan-karyawannya saja. Namun ketika masuk ke dalam duni politik, terutama di Solo maka ia dapat menyentuh seluruh warga Solo melalui kebijakan yang ia buat.

Mendapat Restu DPP PDIP

Berita Politik Pemerintahan Terbaru: Dinasti Politik Calon Walikota Solo Gibran Rakabuming

                Putra sulung dari Presiden Joko Widodo yaitu Gibran Rakabuming berpasangan dengan Teguh Prakoso dalam persaingan Pilkada 2020 mendatang. Gibran mengaku bersyukur dan merasa terhormat telah mendapatkan rekomendasi dari PDIP untuk berpasangan dengan Teguh Prakosa. Dalam persaingan untuk mendapatkan rekomendasi tersebut, Achmad Purnomo selaku wakil walikota Solo terpental walaupun ia adalah tokoh senior di PDIP Solo.

                Dalam berita politik pemerintahan pekan ini, Gibran bersama dengan Teguh Prakosa akan menjalin komunikasi yang lebih intens dengan jajaran DPC PDIP kota Solo. Mereka berdua juga akan mengikuti berbagai arahan dari Ketua DPC PDIP kota Solo, yaitu F.X. Hadi Rudyatmo dalam meraih kemenangan di Pilkada 2020. Gibran mengakui bahwa pertemuannya dengan pasangannya yaitu Teguh Prakosa di Kantor DPC PDIP kota Solo adalah kali pertama bertemu setelah mendapatkan undangan rekomendasi DPP PDIP. Teguh Prakosa sendiri adalah seorang Sekretaris DPC PDIP kota Solo. Pertemuan resmi keduanya dilakukan secara virtual dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Teguh Prakosa sebagai pasangan bakal calon wakil walikota Solo siap mendampingi Gibran dalam Pilkada 2020. Teguh menyebutkan bahwa Gibran memiliki wawasan yang luas dan energik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat kota Solo.

                Teguh Prakosa menyebutkan ada calon dari lima daerah yang ada di Jawa Tengah, termasuk kota Solo akan mendapatkan rekomendasi untuk Pilkada 2020 di DPD PDIP Jawa Tengah. Pada undangan tersebut tertera Ketua, Bendahara, Sekretaris DPC PDP, Ketua Pemenangan Pilkada 2020 dan juga dua undangan yang menyebutkan nama bakal calon, yaitu Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa.

Berita Politik Pemerintahan Gibran Mendapatkan Dukungan Gerindra

berita politik pemerintahan

                Selain mendapatkan dukungan dari PDIP, Gibran Rakabuming yang maju dalam Pilkada 2020 kota Solo juga mendapatkan dukungan dari Gerindra, berita ini masuk ke dalam berita politik pemerintahan pekan ini. Dukungan dari Gerindra dibuktikan dengan adanya penyerahan surat rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra pada tanggal 3 Agustus 2020 di Semarang, Jawa Tengah.

                Gibran menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas dukungan Partai Gerindra terhadap dirinya dan Teguh Prakosa yang akan maju dalam Pilkada 2020 di kota Solo mendatang. Ia juga meyakini dengan adanya dukungan dari Partai Gerindra akan menambah kekuatan politik ketika bertarung di Pilkada 2020. Dalam waktu dekat Gibran dan Teguh akan segera melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan DPC Partai Gerindra kota Solo.

                Selain Gibran dan Teguh, terdapat sembilang pasangan calon kepala daerah yang mendapatkan dukungan dari DPP Gerindra Jawa Tengah, pasangan tersebut adalah Joko Santosa – Wiwaha Aji Santosa (Sukoharjo), Agustinus Susanto – Rahmad Kabuli Jarwinto (Purworejo), Arif Sugiyanto – Ristawati Purwaningsih (Kebumen) dan Bintang Narsasi – Gunawan Wibisono (Kabupaten Semarang). Ada juga Umi Kulsum – Agus Sugiyanto (Blora), Hartanto – Joko Purnomo (Wonogiri), Sri Sumarni – Bambang Pujiyanto (Grobogan), One Krisnata – Muhammad Fajri (Klaten) dan Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang).

                Abdul Wachid selaku Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah meminta calon peserta Pilkada 2020 yang telah memperoleh rekomendasi untuk meningkatkan solidaritas dengan partai pendukung dan partai koalisi di semua tingkatan serta berupaya meningkatkan elektabilitas dan popularitas dengan terjung langsung ke tengah masyarakat. Setiap calon peserta Pilkada 2020 harus menyiapkan dan melaksanakan program-program yang berorientasi pada masyarakat kurang mampu dan masyarakat kecil, menjalin komunikasi yang baik antar pasangan calon dengan partai pengusungnya, sukarelawan dan juga tim pemenang agar dapat menang dalam Pilkada 2020 mendatang. Partai Gerindra sendiri menargetkan untuk dapat mengantongi kemenangan 50% dari 21 pilkada yang digelar serentak di Jawa Tengah pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Diharapkan pula calon peserta Pilkada yang terpilih amanah dan merealisasikan program serta janji kampanye yang sudah dirumuskan.

Berita Artis Terbaru: Anji Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya Dengan Tuduhan Menyebarkan Hoax

Beberapa hari terakhir, Erdian Aji Prihartanto alias Anji memenuhi berita artis terbaru di berbagai platform berita. Hal ini dikarenakan video di akun Youtube nya yang menimbulkan kontroversi dan menyebabkan keresahan dalam masyarakat. Dalam video tersebut, Anji Bersama dengan Hadi Pranoto menyebutkan berbagai klaim terhadap obat Covid-19. Akan tetapi klaim tersebut dibantah oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) karena tidak didukung oleh bukti-bukti ilmiah. Masyarakat mendesak Anji untuk membuat klarifikasi terkait videonya tersebut.

                Beberapa klaim yang diutarakan dalam video tersebut seperti obat herbal dapat menyembuhkan penyakit Covid-19, virus ini tidak dapat dilawan dengan menggunakan vaksin dan ada metode tes yang jauh lebih murah daripada metode yang digunakan saat ini. dr. Daeng Faqih selaku Ketua IDI mengatakan bahwa informasi yang disampaikan tersebut dapat dikategorikan sebagai hoax karena tidak ada dasar ilmiahnya. Beliau juga menambahkan apabila Anji ingin mengetahui informasi yang benar, beliau menyarankan agar Anji bertanya langsung kepada ahlinya.

Berita Artis Terbaru Mengenai Klaim Obat Covid-19

Berita Artis Terbaru: Anji Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya Dengan Tuduhan Menyebarkan Hoax

                Video berdurasi 30 menit-an milik Anji begitu ramai diperbincangkan di dunia maya, tidak hanya di media sosial namun juga dalam platform-platform berita artis terbaru. Dalam videonya, Anji hadir Bersama Hadi Pranoto yang disebutkan sebagai seorang pakar mikrobiologi dan dipanggil dengan julukan “dokter” dan “profesor”. Dalam video tersebut, Hadi Pranoto mengklaim bahwa ia telah berhasil menemukan obat herbal yang dapat menyembuhkan penyakit Covid-19 hanya dalam hitungan hari, bahkan dapat mencegah orang agar tidak terkena Covid-19.

                Tidak hanya itu saja, Hadi Pranoto juga menyebutkan klaim-klaim lainnya yang tidak kalah luar biasa, misalnya seperti metode tes swab secara digital dengan harga Rp 10.000 – Rp 20.000. Selain itu, dikatakan bahwa virus Covid-19 baru bisa mati ketika dipanaskan pada suhu 350 derajat celcius. Yang paling menarik dan mungkin bisa disebut konyol adalah Hadi Pranoto menyebutkan bahwa virus ini berasal dari Perang Korea.

                Karena klaim-klaim yang kontroversial ini membuat masyarakat penasaran dengan sosok Hadi Pranoto. Akan tetapi nama beliau tidak bisa ditemukan dalam database pendidikan tinggi yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terkait makalahnya mengenai obat herbal pun tidak ada dalam Google Scholar ataupun portal SINTA milik Kementerian Riset dan Teknologi. Hadi Pranoto yang dipanggil “dokter” ini ternyata juga tidak dikenali oleh asosiasi dokter yang ada di Lampung. Jadi hingga saat ini pun latar belakang pendidikan Hadi Pranoto masih dipertanyakan.

Influencer Dan Kepercayaan

berita artis terbaru

                Video viral milik Anji yang sebelumnya sudah ditonton hingga 450 ribu kali dan mendapatkan 9 ribu likes kini telah dihapus. dr. Daeng khawatir video semacam seperti ini akan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Video-video yang menyebarkan hoax seperti ini sangat mudah muncul dalam berbagai kanal berita, termasuk dalam kanal berita artis terbaru. Apabila masyarakat mempercayai berita-berita hoax tersebut, maka dikhawatirkan masyarakat akan menyepelekan Covid-19 dan kembali beraktivitas seperti biasa padahal hal tersebut hanya akan memperburuk keadaan.

                Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) telah mendeteksi adanya 12 klaim terkait Covid-19 yang meragukan atau menyesatkan hingga berpotensi untuk membahayakan publik dalam video milik Anji tersebut. Klaim lainnya yang membahayakan dari video Anji menyebutkan bila masker tidak dapat mencegah penularan Covid-19 dan vaksin Covid-19 tidak akan berhasil dibuat namun apabila berhasil dibuat maka dapat merusak organ tubuh pengguna vaksin tersebut.

                Menurut Septiaji Eko Nugroho selaku ketua Mafindo, warganet memberikan respon positif terhadap video Anji dan Hadi Pranoto karena masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya terhadap pengobatan alternatif atau pengobatan herbal. Yang disayangkan adalah “profesor” Hadi Pranoto memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat Indonesia solusi dari pandemik Covid-19 dengan menyebarkan berita hoax. Padahal faktanya ilmuwan dari seluruh dunia tengah berlomba-lomba untuk mencari vaksin dan juga obat Covid-19. Video viral Anji sebenarnya hanyalah salah satu dari sekian banyak berita hoax yang tersebar di dunia maya. Mafindo sendiri telah mencatat setidaknya terdapat 544 isu, teori konspirasi ataupun hoax mengenai Covid-19 dari akhir Januari 2020 hingga sekarang.

                Sebagai seorang influencer Anji diharapkan dapat bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan, mengingat bahwa seorang influencer merupakan bagian dari penyampai informasi. Jangan sampai terjun ke dalam platform digital namun belum memiliki pemahaman yang utuh terkait etika ataupun cara dalam menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi orang lain. Sebaiknya seorang influencer harus memiliki pemahaman terkait literasi digital yang baik, sama seperti seorang jurnalis yang memiliki kode etik dalam membuat berita. Apabila seorang influencer menyampaikan suatu konten, mereka harus berani bertanggung jawab bukan semata-mata mencari konten yang viral sehingga video mereka mendapatkan banyak views dan likes.