Berita Terbaru Penusukan Syekh Ali Jaber di Kota Bandar Lampung

Telah terjadi penusukan terhadap syekh Ali Jaber di Masjid Falahuddin di kota Bandar Lampung pada hari Minggu 13 September 2020. Saat ini kondisi ulama besar asal kota Madinah, Arab Saudi tersebut sudah mulai membaik walau belum 100% sembuh. Memang masih ada bekas luka namun semuanya sudah mulai membaik dan bisa diatasi.

Aksi penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ini sempat viral di media sosial. Tersangka penusukan tersebut dilakukan oleh seorang pemuda yang berinisial AA tersebut tiba-tiba langsung menyerang tubuh Syekh Ali dengan senjata tajam.

Atas peristiwa tersebut menyebabkan Syekh Ali mengalami luka tusukan di bagian lengan kanan. Luka tersebut akhirnya mendapatkan enam jahitan. Atas kejadian tersebut banyak orang yang menyesalkan aksi konyol tersebut. Terlebih yang diserang merupakan seorang ulama besar.

Berita Terbaru Penusukan Syekh Ali Jaber di Kota Bandar Lampung

Walau mengalami luka tusuk, Syekh Ali Jaber tetap saja melangsungkan dakwah namun tetap dikawal ketat oleh kepolisian. Kegiatan tersebut tetap dilangsungkan karena pemerintah setempat telah menjamin kebebasan asalkan sesuai protokol kesehatan.

Atas tindakan tersebut pemerintah mengecam keras atas tindakan penusukan terhadap ulama. Banyak pihak yang meminta kepada polisi untuk mengusut tuntas akan kejadian tersebut. Memang dari pihak korban, ulama dari Madinah tersebut tidak menuntut akan tindakan tersangka, namun akan diserahkan sepenuhnya kepada aturan yang berlaku di Indonesia.

Namun setelah ditetapkan menjadi tersangka, pelaku yang menusuk Syekh Ali Jaber tersebut kembali mencuri perhatian publik. Terdengar kabar kalau AA kini sudah dibebaskan. Apakah berita tersebut benar atau tidak, untuk lebih lengkapnya silahkan simak kabar terbarunya.

  1. Berita pelaku penusukan tidak dibebaskan

Pihak Kadiv Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono telah mendapatkan informasi tentang berita yang ramai di media sosial tentang berita pembebasan tersangka penusukan kepada ulama besar Syekh Ali Jaber.

Kabar miring tersebut segera dipatahkan dengan adanya bukti foto kalau tersangka AA masih ada di tahanan Polrestabes Bandar Lampung. Saat ini masih ada beberapa pemeriksaan berlanjut terkait penyidikan.

  1. Proses rekonstruksi tersangka akan dihadirkan

Pada tanggal 17 September 2020 rencananya akan diadakan rekonstruksi mengenai penusukan Syekh Ali Jaber. Pada proses rekonstruksi tersebut tersangka AA akan dihadirkan. Pada kesempatan tersebut tersangka akan melakukan reka adegan insiden penusukan tersebut. Pihak kepolisian telah serius untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas.

Penusukan yang dilakukan oleh AA itu terjadi ketika Syekh Ali Jaber sedang menghadiri pengajian dan acara wisuda Tahfidz Al Quran di Masjid Falahudin Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

  1. Tersangka Dijerat dengan pasal yang berlapis

Pihak kepolisian telah menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Alpin Andrian (AA) telah dituding melakukan percobaan pembunuhan dan menggunakan senjata tajam. Tersangka telah melanggar pasal 351 ayat 2 dan terancam dengan hukuman 5 tahun penjara. Kemudian dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sejak kejadian sampai saat ini tersangka AA sudah ditahan di rutan Polresta Bandar lampung.

  1. 8 saksi sudah diperiksa

Atas kasus penusukan Syekh Ali Jaber pihak penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 saksi. Selain itu pihak kepolisian Bandar Lampung juga melakukan pengumpulan terhadap bukti-bukti penusukan kepada Syekh Ali Jaber.

Untuk langkah selanjutnya pihak Polresta Bandar Lampung telah membuat visum et repertum kepada korban. Atas kejadian tersebut Syekh Ali Jaber mengalami luka tusukan kedalam 4 cm. Atas luka tersebut beliau harus mendapatkan 6 jahitan.

Setelah itu akan dilakukan visum et repertum terhadap tersangka terkait informasi tentang gangguan jiwa yang dialaminya. Pemeriksaan tersebut dilakukan di RSJ Nyawa Bandar Lampung.

Sangking seriusnya pihak Detasemen khusus atau Densus 88 Antiteror ikut melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang dialami oleh ulama besar Syekh Ali Jaber. Alaan turun tangannya Densus 88 akan kejadian tersebut memastikan apakah tersangka melakukan aksinya sendirian atau ada pesuruh akan kasus tersebut.

Pihak kepolisian telah menegaskan kalau sangat serius untuk mengusut tuntas akan penusukan yang dialami oleh Syekh Ali Jaber. Sejauh ini sudah ada 13 saksi yang dimintai keterangan. Terdapat pihak keluarga yang dimintai keterangan, orang yang ada di TKP, dan panitia pelaksana.

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan dari tersangka dan saksi maka pihak penyidik kepolisian Polda Lampung langsung melakukan gelar perkara. Kemudian menaikan ke pihak penyidik dan SPDP sudah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

  1. Pelaku terancam hukuman mati

Tersangka penusukan ulama besar asal Madinah Syekh Ali Jaber telah dijerat dengan Pasal percobaan melakukan pembunuhan, pasal penganiayaan menyebabkan luka, dan pasal pembunuhan. Selain itu atas apa yang dilakukan tersangka ini bisa mendapatkan ancaman hukuman mati, hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara. Untuk informasi berita lainnya dapat anda simak langsung di situs pengeluaran sgp terlengkap. Banyak juga berita unik dan menarik lainnya yang bisa anda ikuti.