Berita Viral Bulan Ini: Gilang Bungkus Dan Fetish nya

Beberapa minggu belakangan ini, “Gilang bungkus” menjadi trending di berbagai media sosial terkait kasus pelecehan seksual. Salah satu utas atau thread yang menjadi berita viral adalah yang dibuat oleh akun @m_fikris di Twitter. Dalam utas tersebut, pemilik akun bercerita bagaimana awalnya ia berkenalan dengan Gilang hingga akhirnya Gilang meminta ia untuk membungkus dirinya sendiri menggunakan kain jarik, lalu difoto ataupun di video kemudian dikirimkan kepada Gilang. Tidak hanya itu saja, Gilang juga meminta pemilik akun untuk membungkus orang lain dengan menggunakan kain jarik dengan cara-cara yang diperintahkan. Gilang meminta pemilik akun dengan dalih untuk penelitian tugas akhir di kampus.

                Semakin lama berkomunikasi dengan Gilang dan melakukan proses bungkus-membungkus seperti yang diminta Gilang, pemilik akun menyadari bahwa ia mengalami pelecehan seksual. Setelah utas tersebut viral, semakin banyak orang yang juga mengungkapkan bahwa mereka juga menjadi korban pelecehan seksual oleh Gilang. Bahkan sebagian besar korban yang diminta untuk membungkus dirinya sendiri atau orang lain, alat kelaminnya dipegang oleh Gilang untuk melihat reaksinya. Dari utas tersebut, warganet pun menyimpulkan bahwa Gilang memiliki fetish tertentu yang membuatnya senang ketika melihat orang lain dibungkus dengan kain jarik.

Kronologi Berita Viral Kasus Gilang Bungkus

Berita Viral Bulan Ini: Gilang Bungkus Dan Fetish nya

                Polda Jawa Timur menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Gilang yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, yaitu Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 15 terduga korban yang telah mengadu ke posko yang dibentuk oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya. Sayangnya aduan tersebut masih belum dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian karena data-data korban yang belum lengkap. Pihak kepolisian menghimbau agar korban pelecehan seksual oleh Gilang segera melapor ke Polda Jawa Timur melalui hotline 082143578532. Proses penyelidikan masih dilakukan di tahap awal sebelum nantinya diangkat maju ke proses penyidikan.

                Seperti yang sudah disinggung di atas, korban menyadari bahwa telah mengalami pelecehan seksual mengatakan bahwa ia dijebak oleh Gilang dengan dalih untuk mengerjakan riset akademisnya. Korban sengaja mengungkapkan kasus tersebut ke publik dengan harapan tidak ada korban lainnya. Namun ternyata ketika berita viral diketahui bahwa terdapat korban-korban lainnya dari Gilang.

                Wakil Dekan I FIB Universitas Airlangga, Puji Karyanto mengatakan dalam rapat virtual antara pihak universitas dan pihak keluarga Gilang, Gilang tidak bisa hadir sehingga ia diwakili oleh keluarganya yaitu Ibu dan kakaknya. Pihak keluarga mengatakan bahwa mereka menyesal dengan perbuatan yang dilakukan oleh Gilang. Puji Karyanto juga menyebutkan, dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang tidak bisa diungkap ke publik. Akan tetapi Komisi Etik telah membahas dan merumuskan sejumlah rekomendasi untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Rekomendasi dari Komisi Etik nantinya akan menjadi salah satu pertimbangan Universitas dalam menjatuhkan sanksi kepada Gilang karena sanksi apa yang dijatuhkan sepenuhnya akan menjadi wewenang universitas.

                Pihak FIB Universitas Airlangga berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan domain akademik. Dan jika Gilang terbukti melanggar pidana, maka pihak universitas akan menyerahkan proses hukum kasus berita viral Gilang bungkus kepada pihak kepolisian Jawa Timur. Terlepas dari atas nama lembaga, Puji Karyanto menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat, ia menyesalkan terjadinya peristiwa ini yang menimbulkan ketidaknyamanan.

Apa Yang Dimaksud Fetish?

berita viral

                Menurut sumber dari Web MD, seseorang yang memiliki fetish akan merasakan dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati. Orang tersebut akan terangsang secara seksual ketika memakai ataupun menyentuh objek tersebut. Objek-objek yang dapat menjadi fetish beraneka macam, misalnya seperti pakaian, sepatu wanita, pakaian dalam dan lain sebagainya. Orang yang memiliki fetish biasanya akan menggosok, memegang, mengecap ataupun mencium objek fetish mereka agar mendapatkan kepuasan seksual. Fetish dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu bentuk fetish dan media fetish. Untuk bentuk fetish, bentuk benda menjadi sangat penting sedangkan untuk media fetish, bahan objek fetish sangat penting.

                Fetish sendiri dapat menggantikan aktivitas seksual ataupun dapat digunakan ketika berhubungan seksual dengan pasangan. Gangguan seksual yang terkait dengan fetish adalah parsialisme yaitu ketika fetish melibatkan dorongan seksual oleh bagian tubuh tertentu seperti pantat, payudara ataupun kaki. Salah satu fetish disorder adalah adanya ketergantungan terus-menerus pada objek yang tak hidup atau fokus spesifik terhadap bagian tubuh tertentu untuk mendapatkan gairah seksual.

                Sebenarnya banyak orang yang memiliki fetish, namun hanya sebagian saja yang melaporkan mengalami gangguan klinik terkait fetish. Fetish disorder hanya terjadi ketika ada tekanan atau stres yang menyertainya, atau dalam pekerjaan, sosial atau bidang lainnya. Gangguan fetish sendiri lebih banyak dialami oleh pria daripada wanita, namun pada kenyataannya gangguan fetish hampir seluruhnya secara khusus muncul pada pria.